Abstract

Anak sebagai pelaku tindak pidana dalam penerapan pemidanaan di Pengadilan Negeri Bengkulu masih berfokus pada pemidanaan sanksi pidana, dan penjatuhan sanksi alternatif demi kebutuhan anak oleh pengadilan masih belum optimal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan empiris dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari studi lapangan dan di dukung dengan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian ini disusun dan dianalisa kualitatif, dengan memperhatikan fakta-fakta yang ada pada lapangan disusun secara sistematis dan dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa upaya yang tepat dalam pemidanaan anak sebagai pelaku tindak pidana seharusnya mengedepankan sanksi tindakan dengan mekanisme diversi berdasarkan keadilan restoratif dan seharusnya sanksi pidana hanya akan digunakan sebagai upaya terakhir.